13 September, 2009

Tentang aku dan mereka yg ada dalam garis takdir yg sama dgnku


Adalah mudah menasehati org lain & bilang "semua akan baik-baik saja". Adalah gampang memberi penguatan pd org lain dgn memegang tangannya & memberi penguatan seraya berkata "aku bisa rasakan yg skrg kau rasakan, sabar saja semua pasti berlalu". Lebih tak sulit lagi menghentikan tangisan org lain tanpa perlu berkata, hanya perlu menjulurkan selembar tisu, mendekapnya, & memberi penguatan. SEMUA TADI HANYA HAL SEDERHANA YG NYARIS SEMUA ORG MAMPU MELAKUKANNYA.
Skrg!! Kita ubah wacananya..
Kau tersakiti dgn sakit sekali, menangis saja kau bahkan tak sanggup, sdh mencoba meraung sekuat-kuatnya tetap saja tak menambal luka, lalu kau memukul dadamu, entah dgn tujuan menghentikan detaknya atau dgn tujuan agar sakit bekas pukulanmu akan membuatmu lupa sakit & deritamu yg skrg. Walaupun itu sia-sia.. Tetap tak ada yg berubah dari sakitmu.. Justru semakin menghujam. Lalu apa? Msh bisakah berkata pada diri "semua akan baik-baik saja" atau menggenggam tanganmu sendiri & bilang "bagian lain dari diriku mampu merasakan sakit yg sama dgn yg dirasakan bagian lain saat ini, sabar saja krn semua pasti berlalu". Apa bisa kau lakukan semua utk dirimu? Tdk akan ada wkt utk itu melainkan utk mengambil sehelai tisu, membasahinya dgn airmata lalu membuangnya. Mengambil lagi, membasahi lagi, kemudian kembali membuangnya.. Begitu seterusnya..
Kasihan sekali.. Kau mampu jd pereda sakit bagi org lain tp bagi dirimu sendiri kau bahkan tak punya nilai.. Ternyata kau lebih pantas menjadi psikolog utk dirimu sendiri.. Sungguh kasihan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar