06 September, 2009

Campur tangan teknologi mencipta split personality sederhana


Lelaki itu msh disana. Terpekur saja memandangi buku yg menganga dihadapannya. Tak satu kata pun bersedia menyelinap di slh satu ruang di otaknya. Sesekali ia mengerutkan kening mencoba fokus menatap sang buku. Tp tetap saja suara segerombolan lelaki seusianya tetap tak mampu membuatnya bisa berkonsentrasi. Mrk terbahak dgn keras tanpa peduli ada si lelaki. Tetp saja tawa mrk membahana. Silelaki menyerah. Ia rapikan kacamatanya & brlalu brsama sang buku melewati 'para pengganggu'nya tadi. Apa kata mrk "kasih jalan si cupu mau lewat" stlh itu bsa ditebak.. Mrk terbahak kembali.

Dikamar itu nampak sebuah laptop & satu nafas. Nafas lelaki yg dgn khusyu menyenangdungkan bunyi keyboard laptopnya tnpa henti spt pianis hebat. Sesekali ia tertawa, membaca beberapa pesan masuk di email dan facebooknya yg kini punya koleksi 5000 kenalannya. Cewek2 'maya' itu mengaguminya & menganggapnya sempurna. Bagaimana tdk? Foto yg ia pajang di FB memang fotonya tp stlh melewati beberapa kali editing photoshop. Ia bentuk bdn nya seberotot mungkin. Lelaki ideal pd umumnya. Belum lg hobi yg ia tuliskan adalah hobi yg mendukung kelelakiannya spt mendaki gunung. Tentu satu photo lg memperkuat yakin mrk. Ya. Foto dirinya yg sdg mendaki gunung kalimanjaro, yg jg rekayasa photoshop. Ia puas. Apalagi slain ia punya byk teman dilayar laptopnya, ia jg punya byk 'pemuja' disana.

Pd dua kisah bertolak belakang diatas sebenarnya adlh satu kesatuan, krn yg diceritakan adl org yg sama. Lelaki cupu tak brnyali yg tak lain lelaki 'sempurna' bagi perempuan2 maya. Ini jg yg disebut autism didunia nyata tp exist di alam maya.

Terlalu cpt menyimpulkan ini kepribadian ganda, namun byangkan jika ini trus brlarut di dunia silelaki. Ia akan punya 2 pilihan sicupu dialam nyata & si perfect di alam maya? Kisah silelaki mungkn tdk sekompleks kisah shirley Ardell Mason atau yg disingkat sybil dgn byk pecahan kepribadian. Tp ada kesamaan jika merujuk pd DSM 4 tentang DID (Dissociative Identity Disorder) yaitu dua ego yg brbeda (alter ego) yg msg2 ego punya perasaan, kelakuan, kepribadian yg exist scr independent dan keluar dlm wkt yg brlainan.

Byk yg bilang aku mengkambing hitamkan teknologi pd apa yg terjadi pd silelaki, jd kalau aku salah, tunjukkan pd ku letak pembenaran teknologi pd kasus diatas. Tunjukkan! Kubiarkan kalian menjd pembela teknologi disaat aku memperankan diriku menghakiminya.. Tunjukkan, bahwa ia (teknologi) tak salah. Tunjukkan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar