Yeyen:
dtg kekampus dgn jumawa namun tiba2 mencium saat melihat sosok dosen pmbimbingnya dkejauhan, brulangkali kulihat ia mengatur nafas, memegang dadanya, dan menyeka peluhnya.. Ada takut dimatanya
sheeta:
ia 'thawaf' digedung kmpus, mncri sosok yg katany ujung penany menjadi penentu msa dpnny.. Saat si dosen menampakkan wujudny, dia malah diam terpekur.. Kakiny maju mundur. Ragu.. Ia ptuskn utk diam saja smpai sang dosen yg mmutuskn kpn harus memainkn pionny.. Lalu sheta bergerak.. Tetp takut itu ada bertahta didadany
AKU..
Datang begitu saja pd bu retno, telatku trblas senyum & keramahan,, ia brtutur lembut ttg kesalahan2 skripsiku.. Sesekali aku menyelanya.. Dia pun diam saja mendengarkn aku yg mulai sok tahu.. Ia dngarkan aku dgn khidmat smbil sesekali menyelipkan anggukanny.. Aku senang.. Tak berapa lama ia beranjak sebentar mengambil segepok buku dan memajangnya dimataku "ini utk bacaan kamu, semua bahan yg kamu btuhkn ada disini"membuat smua urusanku menjadi trmat mudah..
30 Agustus, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar